DPD IMM Kaltim Perkuat Konsolidasi dan Arah Gerak Organisasi Lewat Rakorda

SAMARINDA — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dirangkaikan dengan Sarasehan di Aula Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jumat (8/5/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri ratusan kader IMM se-Kalimantan Timur itu menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan arah gerak kader. Rakorda tersebut dibuka langsung Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kaltim, KH Siswanto.

Ketua Umum DPD IMM Kaltim, Andri Rifandi mengatakan Rakorda menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi organisasi dan menyatukan gerak kader IMM di Kalimantan Timur.

“Dalam Rakorda ini kami ingin menguatkan komunikasi organisasi dan memantapkan langkah bersama agar IMM Kalimantan Timur semakin kuat,” katanya.

Selain membahas penguatan internal organisasi, Rakorda juga menjadi momentum mempersiapkan Kalimantan Timur sebagai tuan rumah Muktamar IMM ke-21.

“Alhamdulillah dukungan dari pemerintah, stakeholder dan keamanan sudah kita dapatkan. Tinggal bagaimana kita mengadu kekuatan di Jakarta bersama DPP IMM,” ujarnya.

Menurut Andri, dukungan penuh dari kader dan pimpinan Muhammadiyah menjadi modal penting untuk membawa agenda nasional tersebut ke Kalimantan Timur.

“Saya yakin dengan hadirnya Ayahanda Ketua PWM, kakanda dan seluruh kader IMM Kalimantan Timur hari ini akan menguatkan langkah kita untuk menyambut dan membawa Muktamar IMM di Kalimantan Timur,” ucapnya.

Rakorda juga menjadi ruang refleksi bagi kader IMM agar tidak hanya menjadi kelompok intelektual yang mampu melihat persoalan, tetapi juga mampu hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat.

“Kalau kita hanya melihat semua hal di sekitar tetapi tidak melakukan apa-apa, maka kita hanya menjadi penonton. Karena itu kader IMM harus menjadi aktor intelektual,” tegas Andir.

Penguatan sinergi antarkader, lanjut Andri, menjadi modal penting dalam membangun organisasi, daerah, bangsa hingga dakwah keumatan.

“Saya yakin ketika kita menguatkan sinergi dan langkah bersama, maka IMM Kalimantan Timur bisa ikut membangun bangsa, daerah dan agama,” katanya.

Sementara itu, KH Siswanto mengingatkan seluruh kader IMM agar tidak melupakan identitas dan ideologi organisasi. Menurutnya, kader IMM harus memahami kembali tujuan berdirinya IMM hingga enam penegasan IMM sebagai arah perjuangan organisasi.

“Jangan sampai kader IMM melupakan latar belakang berdirinya IMM. Tujuan hingga enam penegasan IMM itu perlu diingat kembali,” ujarnya.

Penguatan ideologi dinilai penting agar kader tidak kehilangan arah dalam berorganisasi, khususnya dalam menjalankan dakwah di lingkungan kampus.

“Karena tugas kita sebagai kader IMM adalah bagaimana berdakwah di kampus,” katanya.

Lebih lanjut, KH Siswanto juga mengingatkan agar organisasi tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik pribadi. Kader IMM diminta tetap berpegang pada ideologi dan arah gerak Muhammadiyah.

“Jangan sampai organisasi ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Mari kembali pada ideologi dan arah gerak Muhammadiyah,” tegasnya.

PWM Kaltim memberikan apresiasi atas pelaksanaan Rakorda dan Sarasehan tersebut. Melalui forum itu, diharapkan lahir gagasan, konsolidasi, serta langkah nyata yang mampu memperkuat peran IMM dalam mendorong kemajuan organisasi dan pembangunan daerah di Kaltim. [SR]

Tinggalkan komentar