SAMARINDA — Rangkaian Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kalimantan Timur resmi bergulir. Malam pembukaan yang digelar pada Jumat (8/5/2026) di Aula Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) itu tak hanya meriah, tetapi juga berlangsung syahdu dan sarat akan makna mendalam bagi para kader.
Sesuai dengan tema besarnya, wujud “Sinergitas Kolektif” langsung terasa sejak awal acara. Sebelum seremoni pembukaan dimulai, ratusan kader jas merah dari berbagai kabupaten/kota di Benua Etam disuguhi forum Sarasehan bertajuk “Gerak Bersama Membangun IMM Kaltim”.
Forum ini menjadi ajang strategis untuk “menyambung sanad perjuangan” antara generasi masa kini dengan para pendahulu ikatan. Diskusi berlangsung dinamis dengan hadirnya tokoh-tokoh historis seperti Syahril Syah, S.IP (Ketum DPP IMM 1995-1997), H. Masykur Sarmian, M.M (Ketua Fokal IMM Kaltim), Ns. Fitroh Asriadi, S.Kep., M.Kep (Ketum DPD IMM Kaltim 2008-2010), dan Zainuddin, S.ST (Ketum DPD IMM Kaltim 2015-2017). Curahan gagasan dari para mantan nahkoda ini menyuntikkan semangat kesejarahan yang kuat bagi kader untuk merumuskan langkah IMM Masa Depan.
Setelah forum gagasan lintas generasi usai, puncak kehangatan malam itu berlanjut pada seremoni pembukaan. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, K.H. Siswanto, hadir langsung memberikan sambutan yang lebih terasa sebagai wejangan dari seorang ayahanda kepada anak-anak pergerakannya.
Dalam pidatonya, K.H. Siswanto mengajak seluruh kader untuk kembali membuka lembaran sejarah berdirinya IMM. Beliau secara khusus menitipkan pesan kepada Ketua Umum DPD IMM Kaltim, Andri Rifandi. “Sebagai Ketua IMM Kaltim, di ujung kepemimpinan ini harus senantiasa mengingatkan kembali 6 Penegasan IMM kepada seluruh kader,” tutur K.H. Siswanto.
Lebih lanjut, beliau menegaskan kembali fondasi utama pergerakan mahasiswa Muhammadiyah agar tidak melenceng dari relnya di tengah dinamika zaman. “Tujuan dari adanya IMM adalah menggairahkan gairah dakwah kampus, itu saja,” tegasnya mengingatkan.
K.H. Siswanto juga mewanti-wanti agar IMM benar-benar menjadi penjaga khittah dan pemahaman ideologi Muhammadiyah di ranah perguruan tinggi. Sebuah peringatan keras namun penuh kasih sayang pun dilontarkan di akhir nasihatnya. Beliau meminta agar para kader menjaga kemurnian niat dalam berorganisasi dan tidak menjadikan ikatan yang suci ini sekadar sebagai batu loncatan untuk meraih kepentingan pribadi.
Perpaduan antara gagasan bernas para pendahulu dan nasihat spiritual dari ayahanda Muhammadiyah ini menjadi bekal mental dan pemikiran yang sangat berharga. Kini, para peserta delegasi Rakorda dari berbagai Pimpinan Cabang se-Kalimantan Timur siap memasuki ruang-ruang persidangan dengan niat yang kembali lurus, bersiap merumuskan strategi terbaik untuk membangun IMM Kaltim yang berkemajuan. [jm]