PC IMM Se-Kaltim Sepakat Wujudkan 7 Poin Strategis Hasil Rakorda DPD IMM Kaltim

SAMARINDA — Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kalimantan Timur (Kaltim) menghasilkan tujuh poin strategis sebagai arah gerak organisasi ke depan. Tujuh poin itu mendapat dukungan penuh dari seluruh Pimpinan Cabang (PC) IMM se-Kaltim.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 8 hingga 10 Mei 2026, menjadi momentum konsolidasi bagi kader IMM untuk menyusun arah gerak organisasi di Kaltim.

Ketua Umum PC IMM Berau, Oktafiani, menilai Rakorda berlangsung dinamis dan menghasilkan sejumlah gagasan strategis yang akan menjadi pedoman bagi kader IMM di seluruh Kaltim.

“Alhamdulillah kami dapat menghadiri Rakorda IMM Kaltim, dan dari forum ini kita mendapatkan tujuh poin strategis yang sangat penting,” ujar usai mengikuti Rakorda DPD IMM Kaltim di kota Samarinda, Minggu (10/5/2026).

Menurut Oktafiani, IMM Berau mendukung penuh seluruh hasil Rakorda, terutama poin yang berkaitan dengan advokasi, penguatan ekonomi kreatif, dan literasi digital.

“IMM Berau sangat mendukung poin-poin tersebut, khususnya di advokasi, ekonomi kreatif, serta literasi digital yang akan segera digaungkan oleh IMM Kaltim,” katanya.

Ia berharap hasil Rakorda mampu memperluas wawasan intelektual kader sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“Harapannya, kader memiliki pemahaman intelektual yang lebih luas, semakin peka terhadap kepentingan masyarakat, dan mampu berkontribusi untuk memajukan Kaltim,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum PC IMM Samarinda, M. Alif Baiquni, menyebut Rakorda yang dipimpin DPD IMM Kaltim berjalan lancar dan menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antarcabang.

“Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan lancar dengan dukungan penuh dari IMM Kota Samarinda,” ujarnya.

Menurut Alif, fakta integritas yang telah ditandatangani bersama, termasuk tujuh pokok pikiran hasil Rakorda, harus menjadi komitmen bersama untuk dijalankan di masing-masing daerah.

“Harapannya, fakta integritas dan tujuh pokok pikiran hasil Rakorda dapat benar-benar dikoordinasikan dan dijalankan oleh setiap pimpinan cabang di kota masing-masing,” katanya.

Dia menilai Rakorda tidak hanya mempererat silaturahmi antarkader, tetapi juga melahirkan gagasan strategis yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Berbagai gagasan yang disampaikan mencakup penguatan diskusi, kajian, hingga isu-isu digital seperti upaya menangkal penyebaran hoaks yang harus kita kawal bersama,” jelasnya.

Alif menambahkan, inisiatif DPD IMM Kaltim melalui Rakorda menjadi langkah konkret untuk memperkuat gerakan bersama, baik di Samarinda maupun di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

Dengan dukungan dari seluruh pimpinan cabang, tujuh poin pokok pikiran hasil Rakorda diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, melainkan diwujudkan dalam program nyata yang berdampak bagi masyarakat dan kemajuan Kalimantan Timur. [SR]

Tinggalkan komentar