Rakorda DPD IMM Kaltim Lahirkan 7 Poin Pemikiran, Andri Rifandi: Saatnya Bergerak Lebih Besar

SAMARINDA — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menutup Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) 2026 dengan menghasilkan tujuh poin pokok pikiran yang akan menjadi arah gerak organisasi ke depan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 8 hingga 10 Mei 2026, mengusung tema “Gerak Bersama Membangun IMM Kaltim” dan diikuti oleh seluruh Pimpinan Cabang IMM se-Kaltim.

Ketua Umum DPD IMM Kaltim, Andri Rifandi, menegaskan Rakorda bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk menyusun kembali peta jalan organisasi.

“Rakorda ini bukan sekadar acara seremonial. Pada momentum ini, kita sedang merumuskan kembali peta jalan IMM di Kalimantan Timur,” ujar Andri saat menutup kegiatan, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, keberhasilan Rakorda menjadi bukti bahwa organisasi dapat bergerak lebih besar ketika seluruh elemen dilibatkan dan diarahkan pada kerja-kerja taktis.

“Semua bergabung untuk menyukseskan Rakorda ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa apabila semua elemen dilibatkan, diajak, dan diarahkan pada kerja-kerja taktis, maka keberhasilan itu sangat mungkin dicapai,” katanya.

Andri juga memberikan apresiasi kepada seluruh pimpinan cabang dan kader yang hadir. Ia menyebut kehadiran mereka sebagai bentuk pengabdian terhadap organisasi.

“Saya ingin mengapresiasi seluruh ketua pimpinan cabang beserta anggota yang telah, bukan sekadar mengorbankan, tetapi mewakafkan dirinya untuk hadir dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Lanjut, ia mengingatkan bahwa masa depan IMM Kaltim ditentukan oleh kader yang saat ini memegang amanah organisasi, baik di tingkat DPD, cabang, maupun komisariat.

“Kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari sejarah. Maka buatlah sejarah itu menjadi lebih baik,” tegasnya.

Andri menilai kejayaan IMM Kaltim di masa mendatang akan terwujud jika kader mampu menguatkan ideologi, militansi, perkaderan, serta membangun gerakan sosial kemasyarakatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita kuatkan militansi, kita perkuat perkaderan, dan kita bangun gerakan sosial kemasyarakatan yang lebih relevan dan nyata bagi rakyat,” ujar Andri.

Ia juga menekankan bahwa IMM harus tetap menjaga identitasnya sebagai gerakan mahasiswa intelektual yang memadukan nilai spiritualitas dan aksi nyata.

“IMM adalah gerakan mahasiswa intelektual. Tetapi intelektualitas itu harus disertai dengan nilai spiritualitas dan aksi nyata,” kata Andri.

Dalam kesempatan tersebut, Andri meminta seluruh kader menjadikan hasil Rakorda sebagai panduan kerja nyata, bukan sekadar dokumentasi di media sosial.

“Jika hasil Rakorda ini hanya menjadi postingan tanpa ada upaya untuk mengimplementasikannya, maka semuanya akan sia-sia,” tegasnya.

DPD IMM Kaltim, sebut Andri, berkomitmen mendukung penuh setiap gerakan kader di daerah, selama komunikasi dan koordinasi terus dijaga.

Dia juga mengajak seluruh kader untuk memperluas kolaborasi dan tidak membatasi gerakan hanya di lingkungan kampus Muhammadiyah.

“Bangunlah komunikasi dan kolaborasi. Jangan menutup diri atau menjadi kelompok yang elitis. Jangan sampai kita hanya berdakwah di lingkungan kampus Muhammadiyah tanpa menjangkau teman-teman di luar kampus Muhammadiyah,” tuntasnya. [SR]

Tinggalkan komentar