Hadiri Harlah ke-102 NU di Samarinda, Satgas PPKS IMM Kaltim Serukan Darurat Kekerasan Seksual dan Edukasi Kampus

SAMARINDA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur turut berpartisipasi dan menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Kota Samarinda. Dalam momentum silaturahmi kebangsaan ini, kehadiran IMM Kaltim diwakili secara khusus oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di bawah naungan Bidang Immawati.

Kehadiran Satgas PPKS IMM Kaltim ini tidak hanya sebagai wujud sinergitas antar-organisasi mahasiswa dan keagamaan, tetapi juga membawa misi penting dalam menyuarakan isu perlindungan perempuan dan pencegahan kekerasan seksual di masyarakat.

Ketua Bidang Immawati DPD IMM Kaltim, Siti Hardiyanti, M.M., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya dapat dilibatkan langsung dalam forum yang membahas hal krusial tersebut. Ia memaparkan bahwa Satgas PPKS IMM Kaltim ini merupakan langkah konkret yang strukturalnya baru saja terbentuk pada bulan April lalu.

Pembentukan Satgas ini didorong oleh keresahan mendalam melihat banyaknya informasi yang beredar terkait kasus kekerasan seksual di berbagai instansi. Siti menekankan bahwa kejahatan ini tidak pandang bulu dan telah mencederai ruang aman di masyarakat.

“Kekerasan seksual itu bisa terjadi pada siapa saja, oleh siapa saja, kapan pun, dan dari mana pun. Tidak memandang jabatannya apa atau tingkat kealimannya seperti apa,” tegas Siti Hardiyanti.

Lebih lanjut, ia menyoroti keprihatinan mahasiswa terhadap oknum-oknum pemangku jabatan dan tokoh publik—seperti oknum pemuka agama, polisi, dokter, hingga guru—yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat namun justru menjadi pelaku pelecehan.

“Ketika tokoh-tokoh yang dipercayai oleh publik melakukan hal-hal bejat seperti itu, lantas masyarakat harus percaya pada siapa lagi? Sedangkan orang-orang yang punya wewenang untuk kita berlindung dan menjadi naungan hukum justru melecehkan kepercayaan kita,” ungkapnya.

Melalui Satgas PPKS ini, IMM Kaltim berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat dan mahasiswa agar tidak awam dalam mengenali bentuk-bentuk kekerasan seksual. Siti mengingatkan bahwa kekerasan seksual tidak selalu berupa kontak fisik, melainkan mencakup ranah verbal dan non-verbal.

“Terkadang dari hal-hal kecil yang tidak disadari, seperti bersiul (catcalling) dan godaan-godaan kecil itu sudah termasuk kekerasan seksual. Kita harus melawan ini, karena kasusnya sangat banyak, termasuk relasi kuasa antara dosen dengan mahasiswa yang terungkap di berbagai perguruan tinggi,” pungkas Siti.

Keterlibatan aktif IMM Kaltim dalam peringatan Harlah ke-102 NU ini diharapkan menjadi jembatan untuk memperkuat kolaborasi lintas organisasi dalam menciptakan lingkungan sosial dan akademik yang aman, setara, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.

2 pemikiran pada “Hadiri Harlah ke-102 NU di Samarinda, Satgas PPKS IMM Kaltim Serukan Darurat Kekerasan Seksual dan Edukasi Kampus”

Tinggalkan komentar